Percepat Realisasi Target LTT Maret 2026, Dirjen TP dan BRMP NTB Perkuat Strategi Tanam di NTB
Dalam rangka percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) padi bulan Maret 2026, didampingi Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) NTB Hendro Cahyono, S.Pt., MM., M.Sc., Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian melalui Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi), Dr. Ir. Dyah Susilokarti, M.P., memimpin rapat koordinasi bersama para penyuluh pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) dan dipusatkan di Aula Mandalika Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) NTB pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh seluruh Ketua Tim Kerja (Katimker), perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-NTB, serta para penyuluh pertanian dari BBRMP NTB dan BPSDMP. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat langkah percepatan tanam dalam mendukung peningkatan produksi padi di NTB
Dalam paparannya, Direktur Akabi menyampaikan bahwa LTT merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional. Untuk musim tanam saat ini, target LTT padi di NTB mencapai 18.487 hektare, sementara potensi lahan yang tersedia mencapai 20.128,11 hektare. Hal ini menunjukkan bahwa peluang untuk meningkatkan capaian tanam masih sangat terbuka apabila didukung kerja sama semua pihak.
Sementara itu, Kepala BBRMP NTB menekankan pentingnya strategi percepatan yang terarah dan terintegrasi di lapangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain peningkatan Indeks Pertanaman (IP), pemanfaatan lahan marginal, serta optimalisasi program pompanisasi guna memperluas areal tanam secara maksimal.
Selain strategi teknis, peran penyuluh pertanian juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Penyuluh diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pelaporan kegiatan pertanian secara lebih efektif dan terukur.
Menutup pertemuan, para peserta berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja di lapangan. Momentum bulan suci Ramadan diharapkan tidak menjadi penghambat, tetapi justru menjadi motivasi untuk tetap bekerja maksimal dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani, percepatan Luas Tambah Tanam di NTB diharapkan dapat tercapai sesuai target serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan Indonesia.